Stuntman

Ayo segera siap-siap, sekarang giliran kamu. Pekik suara sutradara saat memanggil sang pemeran pengganti.
Adegan berbahaya kini harus dihadapi, menggantikan tokoh utama yang duduk sampai menggoyangkan kakinya dan melepas penat. Aba-aba dari sutradara pun dimulai dan saat itulah ia beraksi layaknya pikiran random sutradara.

Berkelahi, jatuh dari tempat tinggi, melawan api yang siap membakar tubuh hingga kebut-kebutan di jalan raya ada secuil aksi mereka. Semua itu sangat akrab dengan tokoh bernama stuntman, aksinya begitu nama namun ia hanyalah figuran penunjang aksi sang aktor.

Rasa kesakitan, terluka, cacat hingga merenggang nyawa bisa saja terjadi kapan saja andai salah perhitungan. Bayaran yang kadang pas-pasan juga harus dihadapi para stuntman selaku tuntutan pekerjaannya yang begitu sulit.

Mungkin sebuah film punya daya tarik begitu aktor kenamaan memainkan aksinya, memanjakan para penonton di layar bioskop untuk pundi-pundi pemasukan sebuah film. Siapa yang tidak tertarik dengan aksi berbahaya yang memacu adrenalin dan kadang membuat penonton harap-harap cemas pada sang aktor.

Semua penonton yang datang ke bioskop merasa senang dan takjub bukan kepalang atas aksi di film terbaru sang idola.  Semuanya itu ada sentuhan-sentuhan tak tampak dari stuntman yang siap siaga mengganti tugas pemeran utama.

Mereka layak disematkan sebagai tokoh utama yang tak bernama, menggantikan peran besar dari tokoh utama saat tak ingin melakukan aksi berbahaya. Bayaran kecil namun risiko besar jadi makanan untuk mereka, mereka ingin kelak orang terdekatnya menonton akan bangga. Sambil bergumam di dalam hati: 
Itu semua aksi menawan dari orang yang kami kenal, walaupun ia tak terkenal layaknya aktor utama di cover film yang terpampang di bioskop atau premier film kenamaan.
Para produser tak ingin aktor utamanya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mereka memutar otak dengan mengontrak orang-orang profesional yang ingin mengadu nyalinya dalam secuel film.

Mereka itu adalah para stuntman, rela melakukan apa saja hingga keadaan tersulit sekalipun. Mereka tahun konsekuensi dari setiap adegan yang ingin dilakukan dan sutradara juga tak mau aktor utama mereka harus kenapa-napa.

Pasti semua fans dan pecinta film akan geger tak karuan. Tak semua aktor mau melakukan aksi berbahaya dan mengancam nyawa. Risiko itulah membuat sutradara mencari stuntman handal sesuai budget film.

Film laga penuh aksi berbahaya cukup identik dengan jasa pemain tak bernama tersebut. Mereka direkrut hingga audisi panjang untuk bisa ambil bagian dalam setiap scene film. Bayaran yang bisa saja menggiurkan atau sebuah pencapaian besar dalam hidup jadi salah satu obsesi stuntman mau mengambil pekerjaan tersebut.
Baca juga: Pemacu Adrenalin

Berada begitu dekat dengan sang idola atau bisa saling berkomunikasi kadang salah satu keinginan terpendam dari stuntman. Pasti sang stuntman akan tahu sisi lain dari idolanya tersebut.

Kini stuntman mungkin tak lagi dipandang sebelah mata, bayaran film yang menggiurkan membuat peran pengganti kecipratan uang tak kalah banyak. Malahan mereka bisa dibayar melebihi aktor utama dalam setiap scene.

Sutradara kini sadar setiap usaha dan aksi yang di luar nalar layak dibayar mahal. Para stuntman bisa tersenyum dengan pekerjaannya yang bukan saja pemain saja. Ia ibarat ghostwriter di dunia kepenulisan, tersembunyi segala identitasnya tapi ia ada untuk menunjang karya sesuatu yang begitu terkemuka.

Stuntman juga punya salah satu kenyamanan dari segala risiko yang ia tanggung saat bekerja di depan layar. Ia bisa hidup nyaman jauh dari hingar-bingar tanpa harus dikerumuni oleh para fans.

Kadang ia tersenyum lepas saat film yang dirinya terlibat di dalamnya sukses besar, semua orang membicarakannya. Dirinya yang sedang duduk dipojokkan pada sebuah coffe shop begitu syahdu apalagi aksi menawan yang begitu hangat diperbincangkan.

Ternyata menjadi stuntman begitu membanggakan walaupun ia tak terlihat, namun ia ada saat kondisi sulit sekalian.

Share:

0 komentar