Tahun Baru dan Dimensi Baru

tahun baru, sebuah dimensi waktu

Suara kembang api terdengar samar-samar dari kejauhan dan menghasilkan beragam warna bunga-bunga api. Semua suka cita dengan tahun baru, menunggu saat tepat tengah malam untuk merasakan pergantian tahun. Segala bentuk kenangan di tahun sebelumnya jadi sebuah pengalaman untuk tahun baru yang lebih baik.
Pergantian tahun pun selesai, segala pesta dan euforia satu persatu hilang. Manusia kembali ke rutinitasnya sehari-hari dan melanjutkan hirup. Segalanya manusia inginkan di tahun baru, ia menuliskan apa-apa yang ia inginkan.

Semua manusia kini menyebutnya dengan kata: resolusi. 8 huruf penuh makna dan serasa berat terlaksana. Butuh tekan baja dan semangat pantang menyerah mewujudkannya. Tahun baru ibarat bentuk perwujudan segala resolusi dan syukur atas keberhasilan di tahun sebelumnya.

Sudah pasti semakin bergantinya tahun, makin sedikit pulalah usia setiap manusia. Ibarat jam pasir yang terus mengisi wadah satunya lagi. Ia harus berpikir dengan pergantian tahun, bulan dan bahkan hari jadi tonggak sebuah dimensi baru.

Segala kesuksesan dan kegagalan di tahun lalu jadi pembelajaran, saat tepat tahun berganti anggaplah sebuah lembaran baru. Segala torehan yang didapatkan tahun sebelumnya anggap sajalah tak ada, tahun baru ada menorehkan hal lain yang lebih baik.

Jangan jadi diri ini terbawa euforia tahun sebelumnya dan lupa menatap masa depan. Ibarat sebuah kembang api yang ditembakkan ke udara, menghasilkan berbagai pancawarna, mengelokkan pasang mata yang memandang. Euforia kembang api hanya sementara, dibakar, meluncur, meledak dan menghasilkan pancawarna. Lalu ia hilang tak berbekas.

Jadikanlah itu seperti halnya bintang, ia tidak menghasilkan berbagai pancawarna yang besar dan kemudian menghilang. Ia tetap bersinar dengan kombinasi warna, walaupun kecil tak terang benderang layaknya kembang api.

Namun ia tetap ada, mengisi setiap sudut langit. Ibarat torehan prestasi dan pengalaman, mengisi setiap memori hati. Ia tidak euforia tapi ia selalu ada saat malam yang cerah tiba.

Karena tahun baru, dimensi dan resolusi adalah fenomena. Di saat tahun baru tiba, ingatlah terbayang satu hal di dalam kepala: Ayo berikan lebih dan di saat penutup tahun depan kembali datang secercah senyuman mengembang selalu ada. Bukan sebuah rasa cemberut akibat semuanya hanya sebatas wacana semata.

Share:

0 komentar